Minggu, 18 Maret 2012

Anggun Wakili Prancis di Kompetisi Nyanyi Eropa

[PARIS] Setelah tampil mempesona lewat konsernya di Indonesia, November 2011 lalu, tahun ini Anggun kembali membuat gebrakan baru. Penyanyi berdarah Indonesia yang kini resmi menjadi warga negara Prancis, akan tampil dalam Eurovision Song Contest 2012, di Baku, Azerbaijan.

Sebagai penyanyi yang sudah malang-melintang di industri musik dunia, Anggun dipercaya oleh warga dan pemerintah Prancis, untuk maju dalam kontes Eurovision, yang sudah berlangsung untuk ke-57 kalinya. Nantinya, Anggun akan bersaing dengan penyanyi dan pencipta lagu dari 40 negara di Eropa.

Terpilihnya Anggun sebagai duta Prancis, tentu saja sebuah kebanggaan sekaligus tanggungjawab yang besar. Prestasi Anggun yang sudah dikenal luas, di daratan Eropa, lewat album Snow On The Sahara, menjadi latar belakang pemerintah Prancis memilih Anggun. Maklum saja, album yang dirilis di 33 negara ini tercatat sebagai album terlaris. Bahkan lewat album Snow On The Sahara, penyanyi berkulit sawo matang ini mendapat nominasi penghargaan "Victories de la Musique", oleh French Music Awards.

Eurovision Song Contest adalah ajang kompetisi musik, paling  bergengsi di Eropa. Setiap tahunnya, lebih dari 40 negara di Eropa, mengirimkan wakilnya untuk berlaga di kontes. Sebut saja negara Belgia, Italia, Bulgaria, Denmark, Prancis, Swedia, Serbia, Canada, Jerman, dan Inggris yang tidak pernah absen mengirimkan penyanyi ke ajang Eurovision. Lewat ajang bergensi ini juga, penyanyi seperti Celine Dion dan ABBA tercetak.

"Rasanya aku bangga sekali, dipercaya mewakili Prancis. Namun di lain pihak, aku juga merasa tidak nyaman, karena setiap kali keluar rumah, mata semua orang memandang penuh harap padaku. Mata mereka seolah-olah berbicara bahwa aku harus menang di kompetisi Eurovision," papar Anggun dalam wawancara via skype, bersama SP, di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dalam kontes ini, Anggun akan menyanyikan lagu berjudul Echo (You And I). Lagu yang dinyanyikan dalam dua versi, yakni Prancis dan Inggris, diproduseri oleh musisi kenamaan Prancis, William Rousseau dan Jean Pierre Pilot. Untuk lagu ini, Anggun juga terlibat dalam penulisan lirik. Sementara mix engineernya dipercayakan kepada Veronica Ferraro, musisi yang kerap berkolaborasi dengan David Guetta. Lagu Echo yang akan dibawakan mendatang, akan kental dengan komposisi musik yang catchy, modern, dengan elemen musik rock up beat tempo.

Harapan Anggun, lewat ajang ini, ia bisa membuat Prancis bangga. Telebih lagi, gelar kemenangan dalam ajang Eurovision yang diterakhir diterima Prancis adalah tahun 1977.

"Aku akan menjadi diriku sendiri. Biasanya dengan menjadi diri sendiri dan tampil apa adanya, gelar kemenangan justru bisa diraih. Jadi sekarang aku mohon, semua masyarakat Prancis dan Indonesia menyumpahi aku agar menang," tambah pelantun tembang Tua -Tua Keladi.

Selain Anggun, beberapa peserta Eurovision juga pasti tengah deg-degan menunggu hari H. Pesaing berat yang kini sudah masuk dalam jajaran finalis, bersama dengan Anggun, adalah Pastora Soler yang mewakili negara Spanyol. Tidak hanya negara Spanyol, wakil dari Jerman juga menjadi kandidat kuat dalam memperebutkan tahta kemenangan.

"Buat aku menang atau kalah itu urusan Tuhan. Aku lebih memandang ajang ini sebagai tempat pertemuan kami para musisi. Di ajang bergengsi ini, aku bisa mengenal orang-orang baru dan belajar banyak hal dari mereka. Bila nanti aku membawa pulang kemenangan, itu adalah sebuah hadiah dari Yang Maha Kuasa," paparnya.

Terkait dengan karier Anggun di dunia musik, sudah terlalu banyak prestasi yang ia torehkan. Di Italia, album Anggun sukses meraih double platinum. Sementara di Amerika Serikat, ia masuk dalam The Billboard Heat Seekers Album Charts Top 20. Di Prancis, Anggun baru saja mendapatkan penghargaan Diamond Export Award di MIDEM, atas prestasinya sebagai artis yang paling banyak mengekspor album ke luar negara Prancis.

Link : http://www.suarapembaruan.com//home/anggun-wakili-prancis-di-kompetisi-nyanyi-eropa/18217

Tidak ada komentar:

Posting Komentar